Nasional

Tragis Ria Puspita Siswi SMK Tewas Di Tangan Sang Mantan Kekasih

Ria Puspita, siswi SMK di Kabupaten Cianjur tewas ditangan mantan kekasihnya, Ag. Korban diduga dibunuh dengan cara ditembak menggunakan senapan angin sebanyak dua kali di bagian kepala. Kejadian keji itu berawal ketika korban dan pelaku membuat janji untuk bertemu pada Minggu (23/4/2023) sore di kawasan perkebunan tak jauh dari rumah korban.

Korban yang baru pulang dan berganti pakaian usai menjemput sang kakak dari Kecamatan Pagelaran pun kemudian berangkat ke lokasi pertemuan dengan mengenakan payung lantaran saat itu terjadi hujan deras. Semula adik bungsu korban sempat ingin ikut namun kemudian dilarang.

“Ria ini sekitar jam 16.00 Wib pulang ke rumah setelah menjemput kakaknya. Kemudian ganti baju. Setelahnya pamit keluar, tapi tidak menyebut kemana. Sempat diikuti adiknya, tetapi kemudian adiknya dilarang ikut dan disuruh pulang lagi,” ungkap Suad (53), ayah korban, Selasa (25/4/2023).

Menjelang petang, ibu korban pulang dan menceritakan pada Suad jika Ria menelepon sambil menangis. Tetapi saat dihubungi kembali, nomor telepon Ria Puspita tak aktif. Merasa curiga, Suad pun berusaha mencari korban ke rumah kakeknya namun tak ditemukan. “Saya kemudian mencari Ria ke perkebunan. Karena ada yang melihat Ria pergi ke sana dijemput mobil pikap,” kata dia.

Begitu tiba di perkebunan yang berjarak sekitar 100 meter dari rumah, ditemukan payung yang digunakan Ria dengan kondisi sudah rusak. Suad pun terus mencari korban hingga akhirnya dia dan warga menemukan korban sudah meninggal di dasar sungai. “Anak saya ditemukan di dasar sungai. Lokasinya sekitar 1 kilometer dari rumah,” kata dia. Sementara itu, Ag, pelaku pembunuhan Ria Puspita, mengaku setelah membuat janji dengan korban, dia berangkat dari rumahnya menggunakan mobil pikap yang dipinjam dari pamannya.

Baca Juga:  Penyekapan Puluhan WNI Dalam Sebuah Wilayah Pemberontak Yang Ada Di Myanmar

Pelaku berangkat berdua bersama D, salah seorang pelaku yang diamankan lantaran diduga ikut terlibat kasus pembunuhan tersebut. Saat berangkat tersebut, Ag diketahui sudah membawa senapan angin milik kakeknya dan disimpan di bagian belakang jok mobil. Setelah bertemu, Ag dan korban terlibat percekcokan. Pasalnya korban yang mengaku hamil muda akibat ulah Ah meminta pertanggungjawaban, sedangkan pelaku menolak lantaran beranggapan bukan dia yang menyebabkan korban hamil.

Tak lama, Ag mengambil senapan angin yang sudah dibawa sebelumnya di jok mobil pikap. Ag mengaku dua kali melakukan tembakan yang diarahkan kepada korban. “Yang pertama saya tembak dari jarak 2 meter di bagian kepala. Setelah korban jongkok sambil menahan sakit, saya tembak lagi dari jarak lebih dekat,” kata dia. Menurutnya setelah tembakan kedua, korban terkapar di tanah dan kejang-kejang. Setelah korban dipastikan meninggal dunia pasca ditembak, Ag mengambil tali tambang di mobil pikap untuk menarik jenazah korban ke atas bak.

“Tambahnya sudah ada di mobil. Saya pakai tali itu bukan buat mencekik, tapi untuk menarik tubuh Ria ke mobil pikap. Ditalikan ke lehernya,” kata dia. Setelah itu, Ag mencari tempat untuk membuang jasad korban. “Saat menemukan sungai, saya lempar dari atas. Sudah itu saya pergi,” kata dia.

Di sisi lain, Kapolres Cianjur AKBP Aszhari Kurniawan, mengatakan kedua pelaku yakni Ag dan D diamankan sekitar empat jam usai penemuan jenazah siswi di sungai. Pelaku ditangkap tanpa perlawanan dan langsung diperiksa untuk dimintai keterangan.

“Keduanya sudah diamankan. Kita masih mintai keterangan. Diduga pemicunya karena percekcokan. Untuk kaitan cekcok itu karena pelaku tidak mau dimintai pertanggungjawabannya karena korban hamil masih kami dalami. Kita masih tunggu hasil autopsi apakah korban ini benar hamil,” pungkasnya.

Baca Juga:  Divonis 15 Tahun Penjara, Guru Mesum Yang Pegang Payudara Muridnya Dijebloskan Ke Tahanan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *