Nasional

Dinsos Kabupaten Bogor Menangkap Pengemis Yang Menyimpan Cek Rp 1,3 M

Kabid Rehabilitasi Dinsos Kota Bogor Dody Wahyudin mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinsos Kabupaten Bogor untuk menindaklanjuti gelandangan dan pengemis (gepeng) penyimpan cek Rp 1,3 M, Tini. Karena sudah tiga kali dievakuasi, Tini rencananya dibawa ke panti sosial untuk proses rehabilitasi.

“Karena ini sudah ketiga kali, setelah sehat nanti kita tetap pendekatannya secara edukasi ya. Kita sedang koordinasi dengan Dinas Sosial Kabupaten Bogor karena Ibu Tini ini warga Kabupaten Bogor, kalau mereka punya modal uang nanti diarahkan untuk usaha supaya tidak ke jalan lagi, jadi gelandangan dan mengemis lagi, atau memulung lagi,” kata Dody dihubungi Jumat (28/4/2023).

“Karena ini kan menyangkut daerah asal atau KTP yang bersangkutan, jadi dia memang bukan warga Kota Bogor, tapi tercatat sebagai warga Kabupaten Bogor, dia aslinya dari Rumpin. Istilahnya kita koordinasi wilayah ya,” tambahnya. Jika pihak keluarga tidak kooperatif, menurut Dody, pihaknya akan menyarankan Dinsos Kabupaten Bogor agar Tini dibawa ke panti rehabilitasi.

“Kita tetap akan lakukan pengawasan melekat, ya. Nanti kita ada langkah berikutnya, apakah akan direhab atau gimana, kalau direhab ya kita serahkan ke Dinsos Kabupaten Bogor, akan direhab di panti sosial milik Kabupaten Bogor,” kata Dody. Dody mengklaim pihak keluarga sudah mengetahui Tini diamankan Dinsos dan dibawa ke RSMM.

“Belum dihubungi, tapi saya rasa sudah tahu. Kemarin juga sebenernya waktu evakuasi ada keluarganya, istilahnya orang-orang yang satu daerah sama dia, jadi saya kira keluarganya pasti tahu. Kita juga sudah sampaikan ke orang-orang di situ supaya sampaikan ke keluarganya, kan anaknya memang suka ke situ,” katanya.

“(Pihak keluarga) Belum ada yang hubungi Dinsos, mungkin mereka langsung cek ke (RS) Marzoeki Mahdi, karena mereka pasti tahu Ibu Tini ini dibawa ke mana,” imbuhnya. Diberitakan sebelumnya, wanita gelandangan dan pengemis (gepeng) kedapatan menyimpan uang jutaan dan selembar cek bertuliskan Rp 1,35 miliar dievakuasi petugas Dinas Sosial (Dinsos) Kota Bogor. Wanita bernama Tini ini ternyata sudah tiga kali dijemput Dinsos dari kolong jembatan dan sempat kedapatan menyimpan uang Rp 18 juta.

Baca Juga:  Menkeu Sri Mulyani Begadang Demi Inspeksi Layanan Bea Cukai Di Bandara Soetta

“Ini sudah ketiga kali kita evakuasi. Sebelumnya ada simpan uang juga. Evakuasi pertama, empat bulan ke belakang, informasinya bawa uang Rp 18 juta. (Evakuasi) kedua, sebelum Lebaran dan bawa uang lagi Rp 8 juta. Terakhir (evakuasi ketiga) hari ini, bawa lagi uang Rp 1,8 juta,” kata Kabid Rehabilitasi Dinsos Kota Bogor Dody Wahyudin, Kamis (26/4). Dodi menyebutkan Tini selalu dijemput pihak keluarga setelah dua kali dievakuasi dari kolong jembatan. Pihak keluarga juga sudah dua kali membuat surat pernyataan akan menjaga Tini agar tidak kembali mengemis dan menggelandang di Kota Bogor.

“Sebelumnya diamankan di lokasi yang sama. Kita juga sudah buat surat pernyataan yang ditandatangani keluarganya, kalau misalnya nanti kedapatan lagi mengemis atau menggelandang di Kota Bogor, pihak keluarga harus bertanggung jawab. Kita pun rencananya akan merehabilitasi ke panti yang diperuntukkan untuk lansia, karena termasuk lansia juga,” kata Dody.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *