Internasional

Taiwan Melawan Ancaman Dari China Dengan Menantang Balik Xi Jinping

Presiden Taiwan Tsai Ing Wen memberikan komentar keras kepada China. Ini terjadi setelah Beijing melakukan latihan militer besar-besaran di sekitar pulau itu setelah Tsai bertemu Ketua DPR Amerika Serikat (AS) Kevin McCarthy di California beberapa waktu lalu.
Tsai mengatakan pertemuannya dengan McCarthy menunjukkan komitmen Taipei untuk mempertahankan demokrasi dalam menghadapi “ekspansi otoriter yang berkelanjutan”. Adapun, China mengeklaim pulau itu sebagai bagian integral dari kedaulatannya.

“Melalui perjalanan ini kami kembali mengirimkan pesan kepada komunitas internasional bahwa Taiwan bertekad untuk melindungi kebebasan dan demokrasi yang mendapat pengakuan dan dukungan dari mitra demokrasi kami,” katanya kepada anggota parlemen Kanada yang sedang berkunjung di kantornya di Taipei, Rabu (12/4/2023), dikutip The Guardian.

Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA) melanjutkan aktivitas militer di sekitar Taiwan, meskipun secara resmi mengumumkan diakhirinya latihan militer yang berlangsung dari Sabtu hingga Senin. Latihan tersebut memicu kecaman lintas partai dari parlemen Taiwan, Mereka menuduh China merusak status quo dan menyebabkan ‘ancaman parah terhadap perdamaian dan keamanan regional’.

Beijing tetap menentang pandangan itu dan menyatakan latihan itu sebagai demonstrasi yang sukses. Pada hari Rabu Kantor Urusan Taiwan China mengatakan ‘tindakan balasan’ untuk perjalanan Tsai ke AS adalah ‘peringatan serius terhadap kolusi dan provokasi oleh pasukan separatis kemerdekaan Taiwan dengan pasukan eksternal’.

Merespons aksi China, Taiwan dilaporkan akan mengadakan latihan militer di kota Taitung pada Rabu. Media Taiwan telah melaporkan minggu lalu bahwa latihan itu akan difokuskan dalam kemampuan bertahan melawan invasi amfibi, di salah satu pantai yang diyakini dapat menjadi lokasi pendaratan pasukan PLA.

Pada Rabu dini hari, penduduk di pantai barat Taiwan melaporkan sejumlah besar kendaraan lapis baja melaju di jalan raya menuju semenanjung Hengchun, di mana terdapat pangkalan pelatihan bersama. Pengamat militer independen mengatakan kemungkinan itu adalah awal dari latihan pasukan gabungan. Latihan ini sendiri terjadi sehari setelah AS dan tetangga Taiwan, Filipina, mengadakan pelatihan tempur terbesar mereka dalam beberapa dekade di perairan.

Baca Juga:  China Khawatir Tentang Operasi Petronas Milik Malaysia Di Laut China Selatan

Di sisi lain, China terus meningkatkan penargetan militer dan diplomatiknya terhadap Taiwan, dalam upayanya untuk mencaplok Taiwan sebagai provinsinya. Tsai mengatakan masa depan Taiwan tergantung pada keputusan rakyat, di mana jajak pendapat menunjukkan warga Taiwan menolak prospek dengan China. Beijing pada gilirannya tidak mengesampingkan pengambilan paksa Taiwan, dan secara bersamaan bekerja untuk mengisolasi Taiwan dari komunitas internasional. Hingga hari ini, hanya 13 negara yang sekarang mengakui Taiwan sebagai sebuah negara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *