Internasional

Iran Bersumpah Untuk Balas Dendam Pada Israel

Iran berjanji untuk balas dendam setelah mengeklaim seorang perwira Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) tewas dalam serangan udara Israel di dekat Damaskus, Suriah, pada Jumat. Militer Zionis belum menanggapi ancaman Iran, sesuai dengan kebijakan tidak resminya yang jarang mengomentari serangan di wilayah tersebut. “Korps Garda Revolusi Islam telah mengumumkan kesyahidan Milad Haydari, salah satu penasihat dan perwira militer IRGC,” kata IRGC dalam sebuah pernyataan tentang serangan Israel.

Teheran menyebut serangan Israel itu sebagai tindakan kriminal, yang mana Iran menegaskan itu tidak akan dibiarkan tanpa jawaban. Ketika pengaruh Iran di Suriah tumbuh berkat dukungannya kepada Presiden Bashar Assad dalam perang saudara yang dimulai pada 2011, Israel sering menyerang apa yang dikatakannya sebagai target terkait Iran di negara itu.

Teheran tetap mempertahankan para perwiranya, yang menurutnya, hanya bertugas sebagai penasihat. Menurut laporan Reuters, Sabtu (1/4/2023), Iran telah kehilangan puluhan perwira IRGC selama konflik. Hizbullah, kelompok militan Lebanon, dan berbagai kelompok paramiliter Irak semuanya didukung oleh Iran telah memperkuat posisi di dalam dan sekitar Damaskus, serta di utara, timur, dan selatan Suriah.

Menurut laporan media lokal, Israel meluncurkan rentetan serangan rudal tak lama setelah tengah malam waktu setempat, Jumat dini hari. Suriah mengeklaim telah menembak jatuh sejumlah rudal musuh. Kementerian Luar Negeri Iran dan Suriah sama-sama mengutuk keras serangan udara Israel hari Jumat tersebut.

Pekan lalu, Pentagon mengatakan kelompok milisi yang terkait dengan Iran membunuh seorang kontraktor Amerika dan melukai beberapa tentara Washington dalam serangan drone di pangkalan yang menampung tentara AS dan koalisi anti-ISIS. Washington membalas pada hari yang sama dengan serangan terhadap fasilitas yang digunakan oleh IRGC Iran di Suriah.

Baca Juga:  Iran Temukan 'Harta Karun' Rebutan Dunia