Bisnis

Pekan Ini Harga Batu Bara Melonjak Naik Akibat RI Dan China Bersatu

Harga batu bara sangat labil pada pekan ini. Namun, secara keseluruhan, pasir hitam menguat cukup tajam sepekan. Pada perdagangan terakhir pekan ini, Jumat (21/4/2023) harga batu bara kontrak Mei di pasar ICE Newcastle ditutup di posisi US$ 189,35 per ton. Harganya ambles 2,52%. Secara keseluruhan, harga batu bara menguat 4,61% pada pekan ini. Penguatan sekaligus memupus rekor buruk batu bara pada pekan sebelumnya yang ambles 10,95%.

Selama lima hari perdagangan pada pekan lalu, harga batu bara menguat dua kali, melemah dua kali, dan stagnan sekali. Pada Rabu pekan ini, harga pasir hitam sempat melonjak 7,4% sehari setelah China melaporkan lonjakan impor. Perkembangan di China masih menjadi penggerak utama batu bara pada pekan ini. Keterbatasan ekspor Indonesia karena libur panjang Lebaran juga ikut mendongkrak pasar pasir hitam.

Tiongkok melaporkan dua perkembangan positif pekan ini yakni melonjaknya ekonomi mereka serta impor pada Maret. Ekonomi China melesat 4,5% (year on year/yoy) pada kuartal I-2023, dari 2,9% yoy) pada kuartal IV-2022. Secara kuartal, ekonomi Tiongkok tumbuh 2,2% pada kuartal I-2023 atau jauh lebih tinggi dibandingkan pada kuartal IV-2022 yang tercatat 0,6%.

China adalah konsumen batu bara terbesar di dunia. Dengan ekonomi yang melonjak maka permintaan batu bara diharapkan naik sehingga harga bisa terkerek ke depan. Apalagi, aktivitas industri China juga sudah mulai pulih. Produksi industri China melesat 3,9% (yoy) pada Maret 2023, dibandingkan 2,4% (yoy) pada Januari-Februari.

Kantor Kepabeanan Tiongkok juga melaporkan impor batu bara China pada kuartal I-2023 mencapai 101,8 juta, melonjak 96% dibandingkan periode yang sama.
Selama Maret saja, impor batu bara China menembus 41,17 juta ton, melesat 151%. Jumlah tersebut adalah yang tertinggi sejak Januari 2020 atau pra-pandemi.

Baca Juga:  Mata Uang Yuan China Perlahan Sudah Menggeser Dollar Amerika Serikat

Lonjakan impor disebabkan oleh meningkatnya permintaan, terutama ke Australia. Setelah emargo impor dibuka, pengusaha Tiongkok ramai-ramai membeli batu bara dari Australia. Pembukaan perbatasan serta pelonggaran kebijakan Covid-19 juga membuat permintaan naik. China mendatangkan 2,22 juta ton batubara Australia bulan lalu yang terdiri dari 1,93 juta ton batubara termal dan 284.990 ton batubara kokas.

Sekitar 5 juta ton batubara Australia diperkirakan akan mencapai China pada bulan April. Impor batu bara dari Rusia mencapai 8,84 juta ton bulan lalu, lebih tinggi dari rata-rata 7,4 juta ton dalam dua bulan pertama tahun ini. Sementara itu kedatangan batubara Indonesia pada bulan Maret meningkat lebih dari dua kali lipat dari tahun sebelumnya menjadi 21,98 juta ton.

Ini karena para pedagang meningkatkan pembelian menjelang bulan puasa ketika produksi dan transportasi batubara biasanya melambat. Sebelumnya, S&P Global juga menjelaskan pembeli Asia akan memborong batu bara dari Indonesia untuk mengantisipasi libur panjang lebaran. “Produksi batu bara Indonesia mungkin turun jauh pada pertengahan April karena menjelang berakhirnya Ramadan,” tulis S&P.

Libur Lebaran Indonesia akan berlangsung pada 19-25 April 2023. Selain terbatasnya aktivitas pertambangan, libur panjang juga akan mempengaruhi transaksi serta bongkar muat di pelabuhan. Data MODI Kementerian ESDM menunjukkan produksi batu bara mencapai 205,33 juta ton hingga 22 April 2023.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *