Nasional

Melanggar Peraturan Lalu Lintas, Turis AS Berontak saat Ditilang di Bali

Seorang turis warga negara Amerika Serikat emosi tak terima disetop polisi karena terjaring razia mengendarai sepeda motor tanpa mengenakan helm dan bertelanjang dada di Bali. Sambil membentak polisi, turis itu menuduh polisi telah berbuat kriminal dan hanya butuh uangnya. Aksi turis emosi saat terjaring razia itu terekam video amatir dan berujung viral di media sosial.

Kepala Satlantas Polres Gianyar, AKP Muhammad Bhayangkara Putra Sejati membenarkan peristiwa yang terjadi pada Rabu (15/3) kemarin tersebut. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 11:00 WITA, saat Satuan Lalu Lintas Polres Gianyar, Bali, menggelar razia kendaraan di Jalan Raya Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali, persisnya di depan Puri Agung Ubud.

“Iya benar, saat kejadian melakukan penertiban di wilayah hukum di daerah Ubud, dan gabungan dengan Ditlantas Polda Bali,” kata Bhayangkara, saat dihubungi Kamis (16/3). Bhayangkara mengatakan turis AS itu bernama Brayen dan orang yang dibentak bule itu tak lain dirinya sendiri, Kasatlantas Polres Gianyar, Bali.

“Iya benar itu saya (yang dibentak bule). Setelah kami cek itu berasal dari USA atas nama Brayen, itu kejadiannya kemarin,” imbuhnya. Bhayangkara mengatakan saat diberhentikan turis tersebut tidak terima dan mengeluarkan kata-kata yang tidak baik dengan menuduh polisi berbuat kriminal dan butuh uangnya.

“Kalau waktu kejadian memang ada yang terucap di videonya itu, si bule itu menyebutkan kita ini maunya uangnya doang. Intinya ada bahasa seperti itu, sempat juga bahasa yang keluar dia menyebutkan kita ini kriminal,” ujarnya. “Saya berdebat juga mau ngapain, karena masyarakat juga menyaksikan dan banyak melihat siapa yang salah. Kita hanya menegakkan aturan, ibaratnya melanggar, iya kita tindak,” lanjutnya.

Baca Juga:  Menteri ESDM Mengimbau Tidak Ada Investasi Untuk Pembangunan Nikel Baru

“Kita memberhentikan dengan SOP dengan sapa dan salam ternyata yang bersangkutan pada saat itu tidak mau diberhentikan. Dan dia mengarahnya melawan petugas, di mana SOP kami juga tetap menyampaikan dengan baik karena pada saat kejadian di situ ada masyarakat yang langsung menyaksikan juga,” ujarnya.

Pada saat ditilang, turis AS itu bisa menunjukkan STNK dan juga membawa helm tetapi disimpan di bagasi sepeda motornya. Namun dia tidak bisa menunjukkan surat izin mengemudi atau SIM. “Kalau SIM dia tidak bisa menunjukkan pada saat kejadian makanya kita tahan (sepeda motornya),” ujarnya.

Sementara, apakah bule tersebut ditahan karena melawan petugas, pihaknya mengaku bahwa untuk hal itu diserahkan kepada Polda Bali. “Untuk masalah tindak lanjut sudah kita laporkan ke Polda Bali, untuk masalah koordinasi dengan imigrasi Polda Bali yang punya (kewenangan),” ujarnya.