-1.5 C
New York
Minggu, Februari 25, 2024

Ketika Wukuf Jatuh Di Arab Saudi, Apakah Puasa Arafah Harus Bertepatan Dengan Waktu Di Arab Saudi?

Umat ​​Islam di Indonesia selalu bertanya-tanya kapan puasa Arafah dan apakah harus bertepatan dengan waktu berdiri di Arab Saudi.

karena saat ini banyak orang yang bingung bagaimana puasa sunnah Arafah tahun ini. Pemerintah Saudi telah menetapkan Idul Adha 2023 pada 28 Juni 2023, yang mengharuskan jemaah haji berdiri di Arafah 9 Dzulhijjah pada 27 Juni 2023.

Pemerintah Indonesia telah menetapkan Idul Adha 2023 jatuh pada 29 Juni 2023, hari Kamis. Puasa Arafah akan dilaksanakan pada 28 Juni 2023 bagi umat Islam Indonesia yang tidak menunaikan ibadah haji.

Kapan puasa Arafah tahun 2023, dan apakah harus bertepatan dengan waktu berdiri di Arab Saudi? Jawabannya ada pada penjelasan berikut ini.

Berdiri di Arafah untuk jamaah dilaksanakan pada hari kesembilan penanggalan Arab Saudi bulan Dzullhijjah, sebagaimana dijelaskan oleh Hanif Lutfi dalam bukunya Amalan Ibadah di Bulan Dzulhijjah.

Sebelum haji yang dilakukan oleh Nabi (juga dikenal sebagai Haji Wada ‘), puasa Arafah dan hari-hari sebelum Dhul-Hijjah diwajibkan. Hari kesembilan bulan Dzul Hijjah sudah ada sebelum wakaf Nabi di Arafah pada haji wada’, dan akan terus ada hingga hari Arafah yaitu hari kesembilan Dzul Hijjah setiap tahunnya.

Hadits puasa sunnah Arafah memberikan implikasi bahwa Nabi menjalankan puasa ini setiap tahun. Oleh karena itu para ulama lebih menekankan pada tanggal 9 Dzulhijjah ketika membahas sunnah puasa di Arafah daripada mereka berdiri di Arafah.

Puasa sunnah pada hari Arafah yang jatuh pada hari kesembilan Dzulhijjah, menurut Syaikhul Islam Zakariya al-Anshari. Akibatnya, jika Arab Saudi dan Indonesia memulai bulan Dzulhijjah pada waktu puasa Arafah yang berbeda, itu karena Indonesia menggunakan penanggalan Indonesia. Termasuk Idul Adha setelah rukun.

Baca Juga:  Wanita Meninggal Karena Cedera Dubur Saat Berlibur Dengan Kekasihnya

Hal senada diungkapkan Tim Asatidz Rumah Fiqh Indonesia yang dipimpin Ustaz Muhammad Saiyid Mahadhir. Ia menjelaskan, Wukuf di Arafah dilakukan oleh seluruh jamaah pada Hari Arafah yang merupakan puncak dari manasik haji.

Nabi SAW memaksudkan hal ini ketika beliau mengucapkan “Al-Hajjju Arofah.”. Arafah adalah haji. Hari kesembilan Dzulhijjah jatuh pada hari yang sama dengan Arafah. Jadi, untuk menginap di Arafah, waktu dan lokasi harus sesuai. Arafah adalah lokasinya, dan tanggalnya adalah tanggal sembilan Dzulhijjah.

Ketika waktunya jatuh pada tanggal sembilan Dzulhijjah, ketika orang berhaji, mereka berwudhu di Arafah, sedangkan yang tidak berwudhu menjalankan puasa sunnah di Arafah.

Waktunya bertepatan dengan tanggal sembilan Dzulhijjah, dimana kedua bentuk ibadah ini (wukuf dan puasa) bertemu. Harap perhatikan bahwa tidak ada hubungan antara kedua bentuk ibadah ini.

Wudhu tetap dilakukan meskipun tidak ada orang di luar Mekkah yang berpuasa, dan puasa Arafah pada tanggal sembilan tetap dilaksanakan meskipun jamaah tidak hadir.

Hal ini sekali lagi membuktikan bahwa puasa Arafah dilaksanakan bukan karena jamaahnya sendiri-sendiri, melainkan karena jatuh pada tanggal sembilan Dzulhijjah.

Bulan baru terbit lebih awal di Mekah daripada di negara lain; Misalnya, pada tanggal 9 September di Mekkah, sedangkan di Indonesia tanggal 8 September, penduduk setempat menjalankan puasa pada tanggal 9 September. Ini adalah kepercayaan yang dianut kuat. Karena Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Jika kamu melihatnya, berpuasalah dan jika kamu melihatnya, berpuasalah.

Bulan baru terbit lebih awal di Mekah daripada di negara lain; misalnya, penduduk setempat menjalankan puasa pada tanggal 9 September di Mekah sementara melakukannya pada tanggal 8 September di Indonesia. Ini adalah keyakinan yang dipegang teguh bahwa ini. Sebagai akibat dari nasehat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk berpuasa jika melihat sesuatu.

Baca Juga:  Berikut Negara Yang Bebas Visa Untuk E-paspor Indonesia

Mengenai puasa Arafah, ada hadits yang secara khusus mendukung puasa pada hari Tarwiyah dan Arafah. “Seseorang berpuasa selama sepuluh hari, maka setiap harinya seperti berpuasa selama sebulan. Adapun puasa pada hari Tarwiyah seperti puasa satu tahun, dan puasa pada hari Arafah seperti puasa dua tahun.

Hadits ini dari Ali al-Muhairi dari otoritas at-Thibbi, dari otoritas Abu Sholeh, dari otoritas Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu, dan marfu’.

Dalam kitab an-Najm al-Wahhaj, ia mengatakan, “Disunnahkan berpuasa pada hari Tarwiyah termasuk hari Arafah sebagai tindakan kehati-hatian.”

Demikian ulasan tentang kapan puasa arafah 2023, jika harus satu kali berdiri di arab saudi yang harus diketahui umat islam. Semoga uraian tentang alat Arafah ini dapat mengajarkan sesuatu.

 

berita SERUPA

Terbaru