Nasional

Kasat Narkoba Polres MUBA AKP Agung Wijaya Kusuma Jabatannya Dicopot

Kekayaan AKP Agung Wijaya Kusuma SIK, Kasat Narkoba Polres Musi Banyuasin (MUBA) dicopot dari Jabatannya. Kasat Narkoba Polres Musi Banyuasin (MUBA) AKP Agung Wijaya Kusuma SIK dicopot diduga buntut laporan pedagang beras yang mengaku dijebak terkait kasus Narkoba. Kabar pencopotan Kasat Narkoba Polres Musi Banyuasin (MUBA) AKP Agung Wijaya Kusuma SIK tertuang dalam TR Kapolda Sumsel Nomor ST/314/IV/KEP./2023 yang memutasikan AKP Agung sebagai Pama Yanma Polda Sumsel dalam rangka evaluasi Jabatan.

Dikutip dari Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) KPK tahun 2022 yang dilaporkan 28 September 2022 saat awal menjabat Kasatres Narkoba. Jumlah kekayaan AKP Agung Wijaya Kusuma SIK berdasarkan LHKPN KPK tahun 2022 mencapai Rp 626.000.000 Adapun beberapa contoh rincian Harta yang dilaporkan diantaranya; Sebidang Tanah dan Bangunan Seluas 150 m2/70 m2 di KAB / KOTA KOTA PALEMBANG , HASIL SENDIRI Rp. 350.000.000 dan 1 unit MOBIL, HONDA HRV Tahun 2015, HASIL SENDIRI Rp. 250.000.000.

Bukan hanya jabatan Kasat Narkoba Polres Musi Banyuasin (MUBA) AKP Agung Wijaya Kusuma SIK yan dicopot. Kanitidik 1 Satresnarkoba Polres Musi Banyuasin Iptu Surasa SH yang dimutasikan menjadi Pama Yanma Polda Sumsel dalam rangka evaluasi jabatan. Serta Kanitidik 2 Ipda M Syazilli SH yang juga dimutasikan juga sebagai Pama Yanma Polda Sumsel dalam rangka evaluasi jabatan.

Surat mutasi ini ditandatangi langsung oleh Karo SDM Polda Sumsel Kombes Pol Sudrajad hariwibowo SIK MSI. Pada saat dikonfirmasi, Sudrajad membenarkan terkait adanya mutasi jabatan oleh beberapa anggota Satresnarkoba Musi Banyuasin “Iya benar,” ujarnya saat dikonfirmasi, Senin (24/04/2023). Lebih lanjut, ditanya alasan mutasi tiga oknum Polisi Satresnarkoba Polres Musi Banyuasin apakah terkait laporan warga dijebak kasus narkoba.

Baca Juga:  Kapten Kapal Evelyn Telah Ditetapkan Sebagai Tersangka Yang Menyebabkan 11 Orang Tewas

Imelda Santi (40) istri dari Sahabudin (43) warga Pasar Sungai lilin pelabuhan Sepit, Kelurahan Sungai Lilin Kecamatan Sungai Lilin Kabupaten Muba mendatangi Polda Sumsel, Selasa (21/03/2023) Kedatangan Imelda ke Polda Sumsel ini untuk meminta keadilan ke Polda Sumsel karena menurutnya suaminya dijebak oleh anggota kepolisian Polres Muba. Suaminya Sahabudin (43) saat ini menjadi tahanan di Polres Musi Banyuasin lantaran diduga miliki dua butir narkotika jenis Ekstasi.

“Kami duga suami saya ini dijebak karena pada hari itu ada seseorang datang ke toko kami untuk beli beras lima kilo dan setelah dia keluar beberapa menit kemudian datang orang yang mengaku dari Polres Muba,” tambahnya. Imelda mengaku bahwa suaminya bukanlah seorang pemakai ataupun pemilik karena suaminya memang hanya seorang pedagang sembako. “Kami datang ke sini untuk minta keadilan dengan melaporkan oknum polres satres narkoba Muba,” imbuhnya

Sementara kuasa hukum Rizal Faisal Ismed SH meminta untuk suami kliennya dipindahkan atau dititipkan ke Tahti Polda Sumsel. “Kami menduga adanya rekayasa yang dibuat oleh pihak polisi, dan kami berharap ke Polda Sumsel agar perkara ini tetap transparan, suami klien kami dipindahkan atau dititipkan ke tahanan Polda Sumsel untuk menghindari adanya penekanan dari polres Muba terhadap klien kami Sahabudin selama kasus ini berjalan,” ujarnya

Faisal mengatakan bahwa pihaknya juga memiliki bukti cctv di hari kejadian yang menguatkan dugaannya bahwa kliennya dijebak oleh anggota kepolisian. “Pada saat kejadian penggeledahan itu pihak kepolisian tidak menjelaskan mereka itu dari mana, dan mereka tidak memperlihatkan surat tugas ataupun surat penggeledahan dan surat penangkapan,” tambahnya.

Lebih lanjut sebelum datang ke Polda Sumsel, Faisal bersama dengan Imelda juga datangi Komnas HAM, ke Kompolnas, ke Mabes Polri melalui Biro Wasidi kami juga sudah meminta perlindungan kepada LPSK,karena menurut pihaknya bahwa adanya dugaan rekayasa yang dibuat-buat. “Kami belum tahu yang dimaksudkan barang bukti itu apa baik itu sabu atau ekstasi tapi belakangan ini setelah kami lihat BAP itu adalah dua butir ekstasi,” tutupnya.

Baca Juga:  Usai Diberi Minuman Oleh Tetangga, Seorang Balita Berusia 3 Tahun Di Samarinda Positif Narkoba

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *