Internasional

Heboh Kasus Kematian Akibat Overdosis Fentanil Meningkat Lebih dari 3 Kali Lipat Di AS

Tingkat kematian akibat overdosis yang melibatkan opioid sintetik fentanil lebih dari tiga kali lipat di Amerika Serikat, menurut data dari 2016 hingga 2021 yang dirilis oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC), Rabu (3/5/2023). Fentanil 50 kali lebih kuat dari heroin, dan 100 kali lebih kuat dari morfin. Golongan obat itu juga sangat berbahaya jika dicampur dengan obat-obatan terlarang lainnya seringkali bisa memicu dampak fatal, bahkan kematian.

Laporan CDC menunjukkan bahwa tingkat kematian overdosis obat yang melibatkan fentanil atau mencampurkan golongan obat ini dengan obat terlarang lainnya meningkat dari 5,7 per 100.000 orang pada 2016 menjadi 21,6 per 100.000 pada 2021. Sementara kematian terkait fentanil meningkat sekitar 55 persen pada 2019-2020, dan 24,1 persen pada 2020-2021, kata Merianne Rose Spencer, salah satu penulis laporan tersebut.

Di Amerika Serikat, mereka yang kecanduan kesulitan mendapatkan pengobatan untuk gangguan penggunaan zat selama pandemi COVID-19. Kematian terkait opioid melonjak ke rekor tertinggi pada tahun 2020. Pemerintahan Biden telah mendorong tindakan karena kematian akibat overdosis terkait narkoba di AS melampaui 100.000 pada tahun 2021, menurut perkiraan pemerintah.

Fentanil adalah obat opioid (opiat sintetik) untuk meredakan nyeri tanpa menyebabkan hilangnya kesadaran (analgesik). Fentanil menekan sistem saraf pusat (SSP) dan fungsi pernapasan. Fentanil dikembangkan untuk mengobati rasa sakit yang hebat akibat penyakit seperti kanker. Penggunaan fentanil dalam dosis kecil dapat berakibat fatal karena obat ini 50 kali lebih kuat dari heroin. Dikutip dari Monthly Index of Medical Specialities (MIMS), fentanil dapat menyebabkan sejumlah efek samping, seperti:

  • Pusing
  • Kantuk
  • Beberapa masalah penglihatan seperti kabur
  • Bisa menyebabkan tekanan darah turun
  • Mual
  • Muntah
  • Sembelit
  • Mulut kering
  • Sakit perut
  • Pembengkakan bagian mulut
  • Sulit tidur
  • Keringat berlebihan
Baca Juga:  Pasukan Ukraina Musnahkan Gudang Amunisi Penting Milik Rusia Hingga Ludes

Beberapa efek samping mungkin memerlukan bantuan medis segera, seperti:

  • Pernapasan berat, lambat atau dangkal
  • kantuk yang ekstrem atau tidak biasa
  • Merasa pingsan
  • Detak jantung lambat
  • Nyeri dada
  • Demam sangat tinggi
  • Otot kaku
  • Gerakan tak sadar
  • Perubahan status mental
  • Halusinasi (melihat, mendengar atau merasakan hal-hal yang tidak ada)
  • Kejang
  • Mual dan muntah
  • Kehilangan nafsu makan
  • Kelelahan
  • Kelemahan dan pusing
  • Ruam
  • Pembengkakan wajah, mata, atau mulut

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *