Internasional

Finlandia Bergabung Dengan NATO, Rusia Ancam Balas Dendam

Finlandia secara resmi bergabung dengan NATO, Selasa (4/4/2023). Bendera negara itu resmi dikibarkan di markas besar blok militer tersebut di Brussels, Belgia. Ini menjadi sejarah baru, di mana Finlandia menjadi negara tercepat yang masuk dalam keanggotaan NATO. Helsinki mengajukan proposal bergabung ke pakta pertahanan pimpinan Amerika Serikat (AS) itu karena perang Rusia ke Ukraina, mengingat keduanya juga berbagi perbatasan seperti Kyiv, sepanjang 1.300 kilometer (km).

“Selama hampir 75 tahun, aliansi besar ini telah melindungi anggota kita dan terus melakukannya hingga hari ini,” kata Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg pada upacara resmi masuknya Finlandia, dikutip Reuters. “Tetapi perang telah kembali ke Eropa dan Finlandia telah memutuskan untuk bergabung dengan NATO dan menjadi bagian dari aliansi paling sukses di dunia ini,” tambahnya.

Balas Dendam Rusia. Hal ini menimbulkan reaksi keras di Kremlin. Rusia mengatakan akan dipaksa untuk “mengambil tindakan balasan”. Menteri Pertahanan Sergei Shoigu mengatakan “aksesi” Finlandia akan meningkatkan risiko dan eskalasi konflik Ukraina. Tak memilih non-blok, kata Kementerian Luar Negeri Rusia membuat Finlandia melakukan kesalahan sejarah dan berbahaya.

Itu, tegas Moskow, akan merusak hubungan baik. Bahkan, membatalkan statusnya sebagai “pembangun kepercayaan” di Laut Baltik dan Eropa pada umumnya. “Ini sekarang adalah masa lalu,” kata Kemlu Rusia dikutip laman yang sama. “Finlandia telah menjadi salah satu anggota kecil (NATO) yang tidak memutuskan apa pun. (Finlandia) kehilangan suara khususnya dalam urusan internasional,” tambah lembaga itu. “Kami yakin sejarah akan menilai langkah tergesa-gesa ini,” tegas Rusia.

Hal senada juga dikatakan Juru Bicara Rusia Dmintri Peskov. Ia mengatakan situasi akan memburuk. “Perluasan NATO merupakan serangan terhadap keamanan kami dan kepentingan nasional Rusia,” katanya seraya menyebut langkah itu telah memaksa Rusia untuk untuk mengambil tindakan pencegahan baik taktis maupun strategis.

Baca Juga:  Serangan Balik Ukraina Ke Rusia Gagal, Bahkan Dianggap Tidak Ada

Sebelumnya Senin, Rusia diketahui akan memperkuat kapasitas militernya di barat dan barat laut. Ini sebagai tanggapan atas bergabungnya Finlandia dengan NATO. “Kami akan memperkuat potensi militer kami ke arah barat dan barat laut,” katanya seperti dikutip kantor berita RIA Novosti.

“Dalam hal pengerahan pasukan dan sumber daya anggota NATO lainnya di wilayah Finlandia, kami akan mengambil langkah tambahan untuk memastikan keamanan militer Rusia secara andal,” tambahnya. Perlu diketahui sejak masa perang dingin, Finlandia telah menjadi negara yang tak berpihak ke negara mana-un di Eropa. Negeri itu memilih mempertahankan hubungan persahabatan dengan negara tetangga Rusia.

Tetapi serangan ke Ukraina pada Februari 2022 mendorong Finlandia mencari keamanan di bawah pakta pertahanan kolektif NATO. Karena serangan terhadap satu anggota NATO adalah serangan terhadap semua. Sejak akhir Perang Dingin tiga dekade lalu, Moskow telah menyaksikan gelombang perluasan NATO berturut-turut. Ini pun menjadi masalah yang diklaim Rusia mendasari invasi ke Ukraina.

NATO telah berulang kali menekankan bahwa aliansi itu semata-mata bersifat defensif dan tidak mengancam Rusia. Namun pemerintah Presiden Vladimir Putin mengatakan penyaluran persenjataan berat ke Ukraina oleh negara-negara NATO sejak perang dimulai membuktikan bahwa Barat bertekad untuk menghancurkan Rusia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *