Bisnis

Beijing Agak Melunak Pada Perusahaan Alibaba

Pada 2020 lalu, pemerintah China menghantam habis-habisan industri teknologi. Hal tersebut berdampak pada hilangnya potensi ekonomi sebesar US$ 1 triliun. Namun, kini Beijing agaknya mulai melunak ke raksasa teknologi seperti Alibaba. Hal ini terbukti positif bagi pergerakan saham China.

“Hambatan regulasi yang dihadapi sektor teknologi dalam 2 tahun terakhir kini sudah menunjukkan pelonggaran,” kata George Efstathopoulos, manager protfolio di Fidelity International, dikutip dari Bengkelsastra International, Jumat (31/3/2023).

Pekan ini, Alibaba mengumumkan restrukturisasi besar-besaran. Raksasa tersebut akan membagi bisnisnya menjadi 6 unit. “Strategi ini dirancang untuk meningkatkan daya saing dan nilai pemegang saham,” kata juru bicara perusahaan.

Menilik ke 2 tahun lalu, hal ini bisa dibilang tak mungkin terjadi. Pasalnya, pemerintah China kala itu menentang habis-habisan ekspansi perusahaan teknologi yang sudah menjadi dinasti konglomerat. Menurut Efstathopoulos, restrukturisasi Alibaba menunjukkan pemerintah China sudah memberi lampu hijau dan melunak ke raksasa teknologi.

Pulangnya Jack Ma ke China

Tanda lain pelunakan tersebut bisa dilihat dari kembalinya pendiri Alibaba, Jack Ma, ke China. Milyarder itu sempat kabur dari Negeri Tirai Bambu selama 2 tahun lantara ditekan pemerintah.

“Kemunculan Ma di Hangzhou bukan karena dia lelah jalan-jalan. Menurut saya, ini memperlihatkan sikap pemerintah yang mulai ‘longgar’ ke sektor privat seperti Alibaba,” kata analis dari Yale University, Stephen Roach. Sebelumnya, diketahui aturan pemerintah China menghantam bisnis Alibaba dan Meituan. Efeknya fatal ke Ma karena ia blak-blakan mengkritik kebijakan pemerintah.

Alhasil, teknologi fintech miliknya, Ant Group, yang berafiliasi dengan Alibaba, terpaksa harus membatalkan IPO di Hong Kong dan Shanghai. Menyusul setelah itu, pemerintah China melayangkan denda antitrust ke Alibaba dan Meituan. Alasannya karena praktik algoritma yang dilancarkan kedua perusahaan dianggap menyalahi aturan.

Baca Juga:  AS Percaya Akan Perang Dengan China Atas Taiwan Di Masa Depan

Alasan China Melunak ke Jack Ma Cs

Pemerintah melunak ke Jack Ma Cs bukan tanpa alasan. Selama 2 tahun terakhir, perekonomian China terpukul karena kebijakan Covid yang ketat. Selain itu, aturan yang mengekang bagi perkembangan sektor teknologi juga membuat ekonomi melambat. Kini, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi sekitar 5% pada tahun ini.

Untuk mencapai itu, China sadar perlu bantuan sektor privat, utamanya industri teknologi. Apalagi, China juga tengah digempur pihak global. Salah satu raksasa teknologinya, ByteDance, yang berafiliasi dekat dengan pemerintah tertekan karena TikTok diblokir di mana-mana. Dimulai dari AS, lalu merembet ke negara-negara Eropa lainnya.

“China menghadapi perlambatan pertumbuhan ekonomi dan kompetisi sektor teknologi yang makin kencang dengan AS,” kata analis teknologi dari Trivium China, Linghao Bao. “Posisi China kian terhimpit. Mereka perlu mengambil taktik yang tepat. Mengekang industri teknologi dalam negeri tak masuk akal di situasi seperti sekarang,” ia melanjutkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *