Teknologi

Awal Mula Kebangkitan ChatGPT Menjadi Populer Di Jagat Maya

ChatGPT telah menjadi platform kecerdasan buatan (AI) populer di jagat maya. Simak kronologi platform milik OpenAI itu dari awal hingga menyandang status platform populer saat ini. Meski diakui ada masalah keterbatasan seperti bias dan kecenderungan ngarang jawaban, platform AI ini teruji memberi jawaban lumayan akurat dalam hal menulis esai, kode, ujian kuliah, hingga sekadar perintah singkat.

Tak heran, kemampuan itu membuatnya dilirik banyak pengguna dari seluruh dunia. ChatGPT juga membuat perusahaan-perusahaan teknologi besar mulai memecut platform AI mereka sendiri. Google misalnya meluncurkan Bard sebagai penantang ChatGPT. Sementara, Microsoft memilih menyematkan teknologi OpenAI itu pada mesin pencarian Bing milik mereka.

Bagaimana jejak ChatGPT hingga menjadi populer seperti sekarang. Dikutip dari Tech Crunch, simak kronologinya di bawah ini.

30 November 2022

ChatGPT bermula dari sebuah mesin chatbot bernama GPT-3.5. Namun, ChatGPT merupakan versi lebih mutakhir daripada chatbot tersebut. Dikutip dari New York Times, pengumuman GPT-3.5 sempat membingungkan beberapa karyawan di OpenAI. Pasalnya, mereka tengah bekerja menggarap GPT-4 yang sudah akan siap dalam beberapa bulan.

Namun para petinggi OpenAI khawatir perusahaan lain akan mendahului mereka. Alhasil, OpenAI lebih memilih memperbarui versi GPT-3 yang sebelumnya telah ada sejak 2020. ChatGPT dapat berhadapan dengan beragam topik seperti pemrograman, naskah televisi, dan konsep saintifik. Kemunculannya pun sudah membuat banyak orang terperangah.

8 Desember 2022

Sepekan setelah perilisan ChatGPT, dua pengembang yakni Steven Tey dan Dom Eccleston membuat ekstensi Google Chrome bernama ShareGPT. Tujuannya adalah mempermudah menangkap tampilan dan membagikan jawaban AI ke seluruh dunia.

1 Februari 2023

Melihat respon posititf, OpenAI lalu meluncurkan ChatGPT Plus. Platform tersebut merupakan ChatGPT versi berbayar dengan tarif US$20 per bulan atau Rp299 ribu (1USD= Rp14.995).

Baca Juga:  Mark Zuckerberg Ketagihan Mengembangkan Teknologi AI

7 Februari 2023

Microsoft meluncurkan Bing dengan dilengkapi ChatGPT di dalamnya. Dalam sebuah acara di Redmond, Washington, Microsoft mengumumkan integrasi antara GPT-4 ke dalam Bing. Pengumuman tersebut berdampak positif terhadap Bing. Hal itu terbukti dengan peningkatan 10 kali lipat jumlah unduhan. Selain Microsoft, OkCupid, Kaito, Snapchat dan Discord yang juga menyertakan ChatGPT ke dalam platformnya.

1 Maret 2023

OpenAI mencoba inovasi yakni fokus ke monetisasi dengan meluncurkan API berbayar untuk ChatGPT. Dua pelanggan awalnya yakni Snap dan Quizlet menjadi pelanggan awal platform tersebut.

9 Maret 2023

ChatGPT benar-benar tersedia di seluruh layanan Azure milik Open AI. Layanan tersebut diketahui sepenuhnya berada di bawah pengaturan Microsoft.

14 Maret 2023

OpenAI memperbarui ‘jeroan’ ChatGPT dengan meluncurkan GPT-4. Namun, GPT-4 hanya tersedia untuk pelanggan ChatGPT Plus dan lewat API publik.

23 Maret 2023

OpenAI meluncurkan plug-in untuk ChatGPT yang memperluas fungsi bot tersebut dengan mengizinkannya mengakses sumber data dan pengetahuan pihak ketiga, termasuk situs. OpenAI mengatakan, pada mulanya, mereka akan memprioritaskan sejumlah kecil pengembang dan pelanggan ke ChatGPT Plus premium sebelum benar-benar menyediakan akses API berskala besar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *