Ragam Budaya dalam lakon Jumpalitan



Bengkelasastra.com, Pementasan yang dilaksanakan pada hari Kamis (17/01/2019) merupakan pementasan dengan ragam budaya di dalamnya. Pementasan dengan judul “Jumpalitan” adalah pementasan Teater Dentang kedua setelah “Lara” yang mengusung tema sosio drama sebagai pemenuhan tugas kelas 3 Pendidikan Bahasa Indonesia UNJ. Meskipun hanya bertempat di aula S UNJ, namun pementasan ini tetap mampu menyedot penonton yang cukup banyak.

Dengan latar tempat di bagian depan rumah bergaya Betawi, membuat penonton terhipnotis. Properti yang mendetail seperti adanya sangkar burung yang menggantung juga kursi dan meja menambah kesan artistik yang terstruktur. Lakon yang menebalkan pada dialog dengan berbagai logat, seperti logat Batak, Jawa, dan Betawi pun menjadi daya tarik dalam pementasan ini.



Terutama untuk tokoh Babehnya Mirna dan Mba Jamu. Logat yang dibawakan dalam adengan berhasil membuat budaya Betawi dan Jawa merebak dalam pementasan ini. Dengan adanya logat yang dibawakan dari dialog ke dialog, hal ini membuat keragaman budaya khususnya dalam bahasa sangat terlihat jelas.



Tidak hanya budaya dalam berbahasa, namun juga budaya dalam bersosialisasi. Seperti saat tetangga dari Mirna yang dengan beraninya menggosipkan Mirna di depan rumah Mirna sendiri. Budaya bergosip memang sangat tidak bisa dipungkiri dalam kehidupan bersosialisasi. Dengan bumbu-bumbu humor segar, hal itu mengundang gelak tawa penonton.

Penyampaian dialog yang realistis juga membuat penonton seakan  berada dalam lakon tersebut. Terlebih saat bagian Babeh Mirna yang menyampaikan dialog dengan logat Betawi yang mulus lagi-lagi menjadi nilai tambah. 



Lakon “Jumpalitan” mengajak kita untuk menghindari prasangka buruk terhadap sesama manusia. Sosialisasi memang perlu, tetapi hindari prasangka buruk yang akan membuat kita sendiri menyesal.

 Selamat untuk Jumpalitan-nya teater Dentang! ^^

“Itulah keajaiban seni dan keajaiban teater: ia memiliki kekuatan unntuk mengubah penonton, seorang individu, atau secara masal, untuk mengubah mereka dan memberi mereka pengalaman epifil yang mengubah hidup mereka, membuka hati dan pikiran mereka dan jalan mereka pikir”
Brian Stokes Mitchell

-Halimatus Sa'diyah

Bengkel Sastra

Tidak ada komentar:

Posting Komentar