'NOOR': Sebuah Cara Untuk Menepi dan Menyepi

 Lukisan-lukisan abstrak yang dilukis oleh Baron Basuning terpampang dengan gaya yang khas. Menerawang jauh ke sebuah perjalanan yang menjadikan lukisan tersebut penuh dengan pengalaman.
 
NOOR


bengkelsastra.com, Pameran tunggal bertajuk 'Noor' yang diselenggarakan di Gedung A Galeri Nasional menjadi daya tarik bagi para seniman dan wisatawan. Acara ini sudah dibuka secara resmi pada tanggal 8 Januari 2019. Sedangkan pameran tetap bisa dikunjungi dari tanggal 9 Januari-8 Februari 2019, pukul 10.00-19.00 WIB. Pameran tersebut menandai 20 tahun perjalanan kesenian Baron Basuning.


Baron Basuning ialah pelukis asal Sumatera Selatan.  Sebelumnya, Ia menggeluti dunia jurnalistik. Pada tahun 1998, beliau terjun ke dunia seni rupa hingga sekarang. Baron Basuning pada masa awal karya-karyanya sering menumbulkan warna-warna hitam. Tetapi hal itu berubah sering berjalannya waktu. Hingga pada pameran tunggal ini, banyak karya Baron dengan warna-warna putih dan campuran berbagai warna.
Salah satu lukisan Baron berkonsep hitam dan putih.


Karya lukisannya dalam pameran merupakan sebuah wadah untuk mengimplemasikan pengalamannya di sebuah daerah: Alhambra, Spanyol. Menurut Sang Kurator, Eddy Soetriyono, Karya 'Noor' ialah sebuah perjalananya ketika menikmati langit-langit Nasrid Palace, Alhambra. berkas-berkas cahaya yang menjadi pantulan, kubah-kubah bagunan, ditambah dengan ceruk-ceruk langit Alhambra berhasil menjadi sebuah karya yang besar.

Dari pintu pameran sebelah kanan, akan disambut penampakan kertas kanvas tinggi yang berjudul 'Merindu Ilalang'  Coretan-coretan warna hijau yang berpadu dengan warna kuning, orange, putih dan sedikit hitam menampilan efek alam terbuka yang sangat pas.  Bukan hanya Merindu Ilalang, tetapi juga ada 'Lentera Ombak, 'Penantian' dan masih banyak lainnya.

Merindu Ilalang
Dari pintu sebelah kiri pameran, terdapat lukisan 'Noor' yang menjadi tajuk utama dalam pameran ini. Lukisan 'Noor' didominasi oleh coretan warna putih. Hanya saja dibagian tengah berpadu dengan warna orange, hijau, dan hitam. Seolah menampilkan keindahan yang berbeda dengan rasa Alhambra.

Masih di ruang utama, terdapat lukisan yang paling panjang, yaitu berukuran 980 x 240 cm dengan judul 'Benua Radja'. Sedangkan di ruang kedua yang paling terbesar ukurannya ialah 'Perjamuan Senja' yang berukuran 400 x 240 cm. Di ruang kedua pula, terdapat lukisan yang sangat berbeda. Baron menggunakan media kaca sebagai merefleksikan karyanya dengan judul 'Ego'. Berbeda dengan lukisan lainnya yang menggunakan acrylic on canvas.

Benua Radja


'Ego' dalam media kaca
Mengunjungi pameran lukisan sangat cocok untuk kamu yang butuh menepi dan menyepi. Selamat berkunjung! 

-Fauziannisa

Bengkel Sastra

Tidak ada komentar:

Posting Komentar