Wawan Kopong: 100 Hari Jejak Karyamu

Oleh: Dini 


Pada hari Jumat, 14 April 2017, pukul 18.30, Forum Kreativitas dan Seni Mahasiswa Politeknik STMI Jakarta mengundang Bengkel Sastra untuk menghadiri acara “A Tribute to Wawan ‘Kopong’ Irmawan”, sebuah acara yang dikhususkan untuk mengenang 100 hari mangkatnya Wawan "Kopong". acara ini mengusung tema “100 Hari Jejak Karyamu”.
Acara yang diselenggarakan di gedung kesenian yang cukup bersejarah bagi perkembangan seni di Jakarta, Gedung Kesenian Miss Tjitjih, Jakarta Pusat ini, turut dihadiri oleh beberapa kerabat pegiat kesenian dan mahasiswa, khususnya teman-teman dari Jakarta dan sekitarnya. “A Tribute To Wawan ‘Kopong’ Irmawan” merupakan bentuk penghargaan atas kerja kesenian Wawan Kopong, khususnya dari mahasiswa FKSM STMI, tempatnya membagikan ilmu sebagai pelatih atau mentor dalam bidang kesenian, khususnya musikalisasi puisi.

Beliau telah banyak berkecimpung dalam beberapa sanggar dan komunitas seni. Banyak pula karya-karyanya yang berupa aransemen musik latar untuk pertunjukan teater. Saat menjadi pengajar seni di FKSM STMI Jakarta, Wawan Kopong telah melahirkan beberapa aransemen musikalisasi puisi dari puisi-puisi penyair terkenal seperti Chairil Anwar, Taufik Ismail, Ws. Rendra, dan AGS Aryadipayana. Ia juga terkenal dengan aliran musik pop progresifnya ketika membuat aransemen untuk musikalisasi puisi. karya-karyanya tersebut kemudian dipentaskan oleh beberapa mahasiswa yang merupakan anggota dari FKSM STMI, sebagai salah satu bentuk penghormatan untuk Wawan Kopong. Dari beberapa teman pegiat seni, salah satu yang hadir ialah Ramdhani Qubil AJ, seniman yang terkenal dengan perannya sebagai Madit Musyawarah dalam sinetron “Islam KTP”. Beliau sekaligus memberikan sambutan pembukaan dalam acara ini.
Bengkel Sastra mengucapkan turut berduka cita atas mangkatnya Wawan "Kopong" Irmawan. Semoga segala karya dan ilmu yang telah ia wariskan akan senantiasa bermanfaat dan terus dikembangkan, khususnya oleh FKSM STMI. Tubuh akan remuk dihantam waktu, namun karya akan selamanya menghantui.


Salam, Bengkel Sastra.

-DINI

Bengkel Sastra

Tidak ada komentar:

Posting Komentar