A Day with Dee Lestari

A DAY WITH DEE LESTARI: “Kepingan Supernova”


Minggu 2 April 2017, bertempat di kafe Le seminyak Cipete, sebuah acara khusus yang menghadirkan narasumber penulis terkenal,  Dewi Lestari, diadakan. Acara tersebut bernama “A day with Dee lestari”. Acara ini mengusung sebuah tema, yaitu ‘Kamu Bertanya, Dee Lestari menjawab’.
“A day with Dee Lestari” merupakan acara spesial yang diselenggarakan oleh Bentang Pustaka dan Komunitas Supernova. Dengan diadakannya acara ini, pebaca diberikan kesempatan untuk bisa bercengkrama dengan Dee Lestari, sekaligus menghadiri peluncuran buku Dee Lestari yang terbaru. Yaitu “Kepingan Supernova”.
Cover Kepingan Supernova
Bagi yang mengikuti serial Supernova, pasti sudah tak asing lagi dengan kata-kata menyentuh yang terdapat pada keenam buku tersebut. Maka dari itu, buku ini diterbitkan sebagai salah satu bentuk apresiasi terhadap puisi-puisi Mbak Dee. Menurut Dee Lestari sendiri, buku ini sudah direncanakan bertahun-tahun sebelumnya sebagai salam perpisahan untuk Supernova yang tidak akan dilanjutkan lagi. Karena serial supernova sudah selesai pada serial yang terakhir, yaitu “Inteligensi Embun Pagi”.
Rangkaian acara dimulai dengan penampilan Dee Lestari yang bernyanyi dan membaca puisi pukul 13.00 WIB. Ia bernyanyi dengan diiringi musik oleh suaminya, Reza Gunawan. Puisi yang dibacakan oleh Dee Lestari ialah puisi-puisi yang berada di Serial Supernova “Kesatria, Puteri, dan Bintang Jatuh”.


‘Sudah kumenangkan taruhan ini,
Bahkan dengan amat adil
Jauh sebelum kau menyerahkan kertas dan pensil.
Karena rinduku menetas sebanyak tetes gerimis.
Tidak butuh kertas, atau coretan garis.
Genggamlah jantungku dan hitung denyutnya.
Sebanyak itulah aku merindukanmu, Putri”

Dee Lestari Menjawab Pertanyaan Peserta
Karena acara pokoknya ialah berbincang-bincang bersama, maka peserta begitu antusias dalam acara ini. Banyak pertanyaan yang ditampung oleh moderator dan dijawab oleh Dee  Lestari. Pertanyaan-pertanyaan tersebut dimulai dari Bagaimana masa muda Dee Lestari, bagaimana mengatasi krisis dalam menulis, siapa saja tokoh yang sangat susah ditulis dan menjadi favorit, bagaimana pengalaman spiritualitas Dee Lestari sendiri, sampai ke pertanyaan bagaimana Dee Lestari melakukan riset dalam serial Supernova. Dan masih banyak lagi.
Semua pertanyaan disampaikan dengan rasa penasaran masing-masing peserta terhadap serial Supernova. Serial tersebut memang selalu menyimpan misteri dan teka-teki dalam setiap serialnya. Terlebih, apakah serial tersebut benar-benar tamat atau tidak.  Dee Lestari sendiri menjawab, akan melanjutkan “Permata” bukan dalam bentuk serial. Jadi, buku itu sudah terlepas dari Serial Supernova dan akan diterbitkan dalam bentuk buku tunggal.
Dee lestari sendiri sudah senang menulis sejak kecil. Hanya saja ia baru berani menerbitkan buku pada tahun 2001. Yaitu “Supernova: Kesatria, Puteri, dan Bintang Jatuh”. Novel tersebut mulanya ia cetak sendiri sebagai hadiah ulang tahunnya yang ke 25 tahun. Hingga ia sampai pada titik untuk memutuskan keluar dari grup vokalnya RSD dan ingin fokus terhadap dunia kepenulisannya.
15 tahun perjalanan Serial Supernova, menambah pesona Mbak Dee dalam bidang Sastra. Supernova  merupakan serial Dee lestari yang dibangun dari pengalamannya sendiri. Baik pengalaman keluarganya, asmaranya, dan lebih condong ke spiritualitasnya. Dee Lestari menanggapi spiritualitasnya sebagai sosok yang tak perlu dicari. Karena ia datang dengan sendirinya tanpa diminta.  Sebagai contohnya ialah quotes dari Supernova, “Akar”:
‘Tak ada yang bisa menduga kapan mukjizat hadir, lewat siapa, dan dengan cara apa’
Atau pada quotes dari Supernova, “Partikel”:
‘Dunia dewa dan dunia manusia memang tak mungkin bersatu. Salah seorang harus rela menyebrang’
Tiga jam berlalu. Pukul tiga sore, sesi tanya jawab ditutup. Selanjutnya ialah sesi foto bersama dan sesi tanda tangan diselingi coffee break. Panitia menyiapkan tanda pengenal untuk peserta, sehingga masing-masing peserta dapat saling berkenalan dengan teman baru. Dengan biaya Rp.200.000, peserta sudah mendapatkan tiket coffee break, goodie bag, kaos, notes, dan tentu saja buku terbaru Dee Lestari.
Sebagian besar peserta memang menyangka bahwa buku terbaru Dee Lestari ialah kelanjutan dari Supernova. Ternyata dugaan peserta salah besar. Buku itu hanyalah sebagai penawar rindu pada serial supernova yang sudah diterbitkan dan dirangkum kembali dalam bentuk kumpulan kata-kata, seperti judulnya, “Kepingan Supernova”.

-Fauziannisa
-o-

Bengkel Sastra

1 komentar:


  1. Pretty section of content. I just stumbled upon your website and in accession capital to assert that I get actually enjoyed account your blog posts. Any way I'll be subscribing to your feeds and even I achievement you access consistently rapidly. outlook email login

    BalasHapus