Heart of Almond Jelly: Bercinta, Butuh Rindu, dan Menghasilkan Rindu

Heart of Almond Jelly:
Bercinta, Butuh Rindu, dan Menghasilkan Rindu
Oleh: Bima Dewanto

C:\Users\Desi\Documents\Bima\25530.jpg



Kamis, 23 Februari 2017 kemarin, kami menyempatkan diri untuk datang ke salah satu kompetisi monolog dan drama pendek di bilangan Karet, Jakarta Pusat. Tepatnya di London School of Public Relation (LSPR). Kompetisi yang diberi nama Dramakala ini mampu memikat perhatian khalayak ramai. Pasalnya, kompetisi ini diikuti oleh pelakon seni pertunjukan mulai dari yang masih sekolah hingga yang sudah berada di tingkat Universitas.
Dramakala yang diadakan di LSPR ini berlangsung selama 3 hari, terhitung sejak tanggal 22 sampai 24 Februari 2017. Para penonton juga dimanjakan dengan fasilitas tiket terusan harian dimana penonton bisa menikmati pertunjukan yang dibuka sejak pukul 10.00 hingga pukul 22.00 WIB dengan harga Rp. 25.000, yang terbilang cukup terjangkau untuk menyaksikan pertunjukan teater seharian penuh.
Dramakala yang menampilkan peserta monolog dan drama pendek ini memiliki konsep tersendiri. Setiap tiga peserta monolog yang maju menampilkan pertunjukannya akan diselingi dengan satu pertunjukan drama pendek.
Pada kesempatan kali ini, kami menyaksikan salah satu pertunjukan drama pendek yang dibawakan oleh Teater Syahid dari UIN Jakarta. Dengan naskah Heart of Almond Jelly karya Wishing Chong dan disutradarai oleh Ari Sumitro, pertunjukan ini mampu memikat hati para penontonnya. Bagaimana tidak, kedua pemain dalam pementasan kali ini mampu membawakan karakter Sekar dan Sihar dengan apik walaupun pada naskah aslinya, kedua tokoh bernama Sayoko dan Tatshuro.
Lakon Heart of Almond Jelly sebelumnya sudah pernah dibawakan oleh Teater Syahid pada Art Inspiring 2016 silam dengan aktris yang sama yaitu Sarah Nurmala. Menurutnya, Dramakala merupakan ajang untuk membawakan naskah ini jauh lebih baik dibandingkan saat sebelumnya.
Heart of Almond Jelly menceritakan sepasang suami istri yang hendak berpisah. Latar di atas panggung menunjukan mereka yang sedang mengemasi barang-barang bawaan masing-masing. Pada pertunjukan kemarin, penonton dibuat kagum dengan opening yang apik dari Sekar (Sarah Nurmala) yang sedang beradegan melakukan phiates di atas yoga mattress nya. Sekar mampu mengangkat kedua kaki serta tubuhnya yang hanya ditopang oleh kepala dan tangannya saja. Dari adegan ini, Sekar berhasil menunjukan hasil yang ia jalani selama latihan keras menuju pementasan Dramakala.
Pada adegan berikutnya, muncul Sihar (Khairul Fiqi Firmansyah) yang mengoceh akibat barang-barang yang diletakkan tidak pada tempatnya. Kekesalan bertambah karena melihat Sekar yang masih asyik meliukkan tubuhnya dan tidak mendengarkan ia berbicara. Ocehannya semakin menjadi, hingga Sekar menghentikan aktivitasnya itu dan mencoba meladeni kekesalan Sihar.
Belum lagi keributan yang ditimbulkan akibat Sihar yang mengungkit-ungkit hubungan keluarganya. Pertikaian ini semakin memancing emosi Sekar. Membuatnya harus mengungkit juga beban yang selama ini ia rasakan. Beban yang Sekar tanggung akibat kecengengan sang suami yang tidak mau bekerja. Sihar takut akan dunia luar. Trauma, katanya.
Sekar juga mengatakan bahwa ia haus bercinta dengan suaminya itu. Ia rindu akan bersenggama dengan Sihar. Membayangkan pertama kali mereka berdua melakukannya.
Dari adegan ini, Sekar memberitahu pada penonton bahwa bercinta bukan hanya untuk memuaskan kenikmatan. Sekar menyampaikan bahwa hangatnya berpelukan, berciuman, merupakan bumbu penyedap dari setiap pasangan yang tinggal satu rumah. Ia mencoba menyalahkan Sihar yang sudah tidak mau lagi menyentuhnya sampai ia bisa menuduh suaminya itu berselingkuh.
Emosi Sihar yang tertahan karena perbuatan sang istri akhirnya keluar. Ia mencoba menuruti apa kata Sekar. Bercinta. Sihar mencoba memeluk Sekar, mendorongnya ke depan kardus-kardus yang telah mereka susun. Tapi Sekar menolak, ia berteriak minta ampun. Sekar lari menjauhi Sihar hingga ia terjatuh karena Sihar mendorongnya. Posisi tubuh Sihar kini sudah di atas tubuh Sekar. Tapi tangisan istrinya itu semakin menjadi. Teriakan ‘jangan’ semakin mengeras. Teriakan ampun tiada henti.
Sekarang gantian Sihar yang menuntut Sekar setelah ia mencemooh Sihar habis-habisan yang katanya tidak mau bercinta dengannya. Padahal nyatanya, Sekar yang selalu menghindar ketika Sihar hendak mendekatinya.
Konflik tidak berhenti sampai di sini. Ternyata terbongkar alasan mereka berdua sudah tidak pernah lagi bercinta. Trauma. Sekar yang dua tahun lalu pernah mengalami keguguran, membuat keberaniannya untuk bersetubuh hilang. Ia mengungkit masalah ini dan menyalahkan Sihar untuk menutupi ketakutannya akan bercinta itu.
Berkali-kali Sihar mengatakan untuk mencobanya kembali. Tapi Sekar tetap menolak karena ketakutannya yang sangat kuat. Kemampuan Sarah dalam memerankan Sekar disini terlihat kembali. Tangisnya mulai dari yang hanya terisak hingga menjerit terlihat sangat nyata dan mendalam di sini. Belum lagi saat ia membahas masalah di mana ia pernah mengalami keguguran. Sekar menjerit ketakutan mengingat masalah itu, membuat penonton ikut pilu merasakannya.
Setelah Sihar berbicara panjang lebar sehingga membuat Sekar tersadar bahwa ia tidak akan menjadi apa-apa setelah kehilangan Sihar, Sekar berdiri mencoba menghilangkan kesedihannya dan memohon kepada Sihar untuk tidak berpisah.
Adegan terakhir, yang membuat penonton sekali lagi terbawa emosi adalah ketika perlahan Sekar mendekat dan Sihar merangkulnya. Masih diiringi dengan isak tangis Sekar dan rangkulan Sihar yang perlahan, efek lampu yang semakin redup dan menghilangkan cahaya yang menyinari properti perlahan hanya terfokus kepada kedua aktor tersebut. Hingga kini di panggung, yang terlihat hanya Sekar dan Sihar yang saling berpelukan mesra di bawah cahaya lampu.
Lima bintang untuk Teater Syahid. Pertunjukan yang apik dan emosional. Pemilihan naskah yang tepat sehingga mampu diterima oleh semua orang yang menyaksikannya. 25 Maret 2017, pengumuman pemenang dari Festival Dramakala ini diumumkan. Seluruh peserta menunggu hasil dari setiap kerja keras yang mereka lakukan. Termasuk Teater Syahid yang terbayar lunas semua proses untuk kompetisi ini. Grup Terbaik 1 mereka dapatkan ditambah Aktris Terbaik atas nama Sarah Nurmala, dan nominasi Sutradara Terbaik juga berhasil mereka raih. Disusul oleh Teater Dapur Pontianak dan Teater Kriminalaje di urutan setelahnya.

“Terimakasih banyak Sekar dan Sihar. Banyak pelajaran yang kami dapat dari kisah hidup kalian, terutama cinta.”

Salam Cinta
Bengkel Sastra


Bengkel Sastra

Tidak ada komentar:

Posting Komentar