PUISI: REDUP

REDUP
Oleh: Nurul Izzah Lathifah 

 Ilustrasi oleh Andriani

//1//

Reduplah terang
Di sudut malam menyaksikan hujan
Reduplah aku
Sebabnya terjadi bahagiamu
Redup rona purnama
Di tengah hembus sepi menerpa
Redup degup dada
Karenanya, kau baik-baik saja

//2//

Teranglah lampu kota
Tersaksikan aku tanpanya
Teranglah mereka yang bercahaya
Yang semula redup
Terselimut degup
Terkubur dalam kabut
Teranglah, tak perlu meredup

//3//

Pena tanpa irama
Rima-rima tanpa tanda tanya
Kita fana
Atau memang tak akan pernah nyata

//4//

Rintik ini mulai reda
Tak lagi sederas kemarin saat bersama
Kita itu apa?
Aku, kalian, adanya
Bukan kita.
Karena kita fana
Dan tak akan pernah ada.

Bengkel Sastra

1 komentar: